Menu
087754321xxxx

Alamat kantor : Jln Pangkalan Raya III No 4 RT 02/02 kel. Cibuluh Kec. Kota Bogor Utara

Rumah Subsidi

Tuesday, June 6th 2017.

Jika selama ini rumah subsidi berlaku untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bergaji maksimal Rp4 juta, nantinya yang berpenghasilan di atas Rp4 juta pun bisa beli rumah subsidi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang mengkaji perubahan kriteria batas atas penghasilan penerima KPR Subsidi.

Masyarakat yang berpenghasilan di atas Rp4 juta diupayakan juga bisa memanfaatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau KPR subsidi. Perubahan ini akan ditetapkan dalam skala nasional dan ditargetkan bisa rampung tahun ini.

“Targetnya sih pengen cepat, kan harus kita bahas dulu. Ini kan baru usulan kita untuk beri peluang lebih besar bagi masyarakat untuk bisa akses rumah. Jalannya panjang, kita harapkan tahun ini bisa diimplementasikan,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, seperti dikutip dari Okezone.

Untuk pembelian rumah subsidi, Kementerian PUPR masih mempelajarinya dari sisi penghasilan. Penghasilan pemohon KPR subsidi bisa merupakan joint income antara penghasilan suami dan istri.

“Rumusnya secara umum jadi penghasilan keluarga, bukan orang per orang. Jadi dilihat penghasilan suami-istri itu,” kata Lana lagi.

Saat ini, besaran penghasilan maksimal untuk MBR adalah Rp4 juta per orang untuk rumah tapak. Menurutnya, masing-masing daerah punya kriteria yang tak sama dalam memanfaatkan KPR subsidi.

“Misalnya Papua kan sekarang pukul rata Rp4 juta, kemungkinan Papua naik Rp6 juta, Jabodetabek bisa Rp7 juta,” kata Lana.

Klasifikasi penerima KPR subsidi nantinya ditetapkan ke dalam beberapa zona, serupa dengan penetapan upah minimum provinsi (UMP). “Mengenai KPR FLPP juga akan ditentukan di situ batasan maksimalnya,” ujar Lana.

Perluasan batas atas penghasilan penerima FLPP akan mendukung Program Sejuta Rumah yang digagas pemerintah. Nantinya hal ini akan semakin mempercepat target pencapaian program tersebut.

Saat ini, Pemerintah menyediakan rumah subsidi dengan harga di kisaran Rp141 jutaan. Syaratnya, calon pembeli rumah subsidi memiliki catatan gaji dan penghasilan tidak lebih dari Rp4 juta.

Rumah subsidi wajib ditempati minimal selama lima tahun. Jika ingin dijual kembali, rumah tersebut harus dijual ke Pemerintah sesuai dengan harga awal, untuk kemudian disalurkan kepada peminat rumah subsidi lainnya.

Properti Terbaru

Promo
Kirana Green Valley

Kirana Green Valley

Booking RP 2.000.000,- DP RP 15.000.000,-

Lt/Lb : 90 m2 m² / 36 m2 m²
Lihat Detail »
Rekomended
Pesona Alam Resident

Pesona Alam Resident

DP RP 6.000.000 (DP bisa dicicil)

Lt/Lb : 72 m2 m² / 36 m2 m²
Lihat Detail »